https://jurnal.fkip.untad.ac.id/index.php/gt/issue/feed Jurnal Gawalise 2022-07-10T16:01:55+00:00 Rendra Zainal Maliki jurnalgawalise@gmail.com Open Journal Systems <p>Jurnal Gawalise adalah jurnal yang dipublish oleh Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Tadulako. Edisi pertama Jurnal Gawalise yaitu Juli 2022. Jurnal Gawalise terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Juli dan Desember. Tiap edisi berisi tujuh artikel. Focus dan scope Jurnal Gawalise yaitu : (1) Pendidikan Geografi, (2) Geografi Fisik, (3) Geografi Manusia, (4) Sistim Informasi Geografis (SIG), (5) Penginderaah Jauh, (6) Lingkungan, (7) Pendidikan Lingkungan Hidup, (8) Pesisir, (9) Pengembangan Wilayah, dan (9) Mitigasi Bencana. </p> https://jurnal.fkip.untad.ac.id/index.php/gt/article/view/2216 Perubahan Penggunan Lahan Terhadap Tingkat Pendapatan Petani (Kasus: Di Desa Petunasugi Kecamatan Bolano Lambunu) 2022-07-10T14:40:17+00:00 Hamdan Juhari Hamdandjuhari95@gmail.com Dwi Juli Puspitasari dwijuli@gmail.com <p>Penelitian ini adalah untuk mengetahui luasan penggunaan dari padi ke jagung dan untuk menganalisis perubahan tingkat pendapatan petani dari padi ke jagung. Penelitian ini menggunakan metode survey dan jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan lingkungan. Subjek penelitian sebanyak 14 orang, dengan menggunakan teknik <em>Qouta Sampling,</em> teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Desa Petunasugi memiliki luas perubahan penggunan lahan dari tanaman ke tanaman&nbsp; jagung seluas 153,5 Ha. Total peralihan lahan pertanian dari tahun 2014 – 2019, 2) Tingkat pendapatan petani dari padi ke jagung meningkat dengan rata – rata pendapatan keseluruhan yaitu Rp. 11.044.062/panen.<br><br><em>This study aims to 1) determine the area of land use from rice to corn production, and 2)&nbsp; analyze the changes in the rate of farmers’ from rice to corn production. This study used a survey method and this type of study was descriptive qualitative using an environmental approach. Subjects of the study were 14 people selected by using Quota Sampling technique, data collection techniques were observation and documentation. The results of the study show that: 1) Petunasugi Village has an area of land-use change from rice production to corn production, which is 153.5 hectares of the total conversion of agricultural land from 2014 - 2019, 2) The rate of farmers’ income from rice to corn production has increased with an average overall of harvest income of&nbsp; Rp.11.044.062.</em></p> 2022-07-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Gawalise https://jurnal.fkip.untad.ac.id/index.php/gt/article/view/2217 Kecepatan Pembangunan Daerah Baru Pasca Pemekaran Wilayah (Kasus Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso) 2022-07-10T14:58:51+00:00 Christian Dje’o Djeoyosuatamfun@gmail.com Iwan Alim Saputra iwanAsaputra83@gmail.com <p>Tujuan penelitian adalah untuk mengukur tingkat perkembangan pembangunan wilayah pasca pemekaran wilayah di Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso. Metode yang dipakai menggunakan pendekatan Regionalisasi (pewilayahan) dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan teknik pengumpulan data atau fakta, Teknik pengambilan keputusan dalam pengembangan wilayah dapat dikelompokan menjadi dua yaitu teknik pengambilan keputusan yang sifatnya kualitatif maupun kuantitatif, bagian berikut menjelaskan tentang beberapa model pengambilan keputusan yang digunakan dalam pengembangan wilayah, diantaranya analisis internal dan eksternal, analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi progresif yang diterapkan dalam kecepatan pembangunan pasca pemekaran wilayah di Kecamatan Pamona Tenggara yaitu strategi Progresif yang menitikberatkan pada optimalisasi penggunaan kekuatan untuk memanfaatkan peluang.</p> <p><em>This research aims to measure the level of development of the post-expansion area in the southeast Pamona Sub-district of Poso District. The method used was a regionalization approach (zoning) using a qualitative descriptive method. Based on data collection techniques or facts, decision-making techniques in regional development can be grouped into two, namely qualitative and quantitative. The following section describes several decision-making models used in regional development, including the analysis of internal and external and SWOT. The result of the research showed that a progressive strategy that is implemented in the speed of development of the post-expansion area in Southeast Pamona Sub-district, namely a progressive strategy that focuses on optimizing the use of force to take advantage of opportunities.</em></p> 2022-07-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Gawalise https://jurnal.fkip.untad.ac.id/index.php/gt/article/view/2218 Analisis Pembelajaran Daring Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas X IPS Pada Mata Pelajaran Geografi Di SMA Negeri 2 Palu 2022-07-10T15:25:44+00:00 Sheren Shintike Marengke sherenmarengke@gmail.com Nurvita Nurvita vitamombine@gmail.com <p>Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran daring, minat belajar siswa, serta faktor yang mendukung dan menghambat minat belajar siswa kelas X IPS selama pembelajaran daring pada Mata Pelajaran Geografi di SMA Negeri 2 Palu. Subyek dalam penelitian ini adalah 25 siswa kelas X IPS dan 2 guru mata pelajaran Geografi SMA Negeri 2 Palu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada perbedaan pelaksanaan pembelajaran daring di kelas X IPS SMA Negeri 2 Palu. Secara keseluruhan aplikasi pembelajaran daring yang digunakan adalah <em>Googleclassroom</em>, <em>Whatsapp</em> dan <em>Youtube</em>. Selain itu, sebagian besar siswa hanya menganggap <em>Googleclassroom</em> sebagai media pengumpulan tugas yang digunakan selama diterapkannya pembelajaran daring. Adapun minat belajar siswa tidak berbanding lurus dengan hasil belajar siswa. Faktor pendukung minat belajar siswa adalah peran guru berupa pemberian motivasi, penghargaan dan melakukan pendekatan dengan siswa serta peran orang tua yang mengingatkan siswa untuk belajar dan mengerjakan tugas serta menyediakan wifi untuk mendukung proses pelaksanaan pembelajaran daring. Faktor penghambat minat belajar siswa adalah terbatasnya sarana pembelajaran, kurangnya penjelasan materi dari guru, akses jaringan yang kurang baik dan tidak tersedianya paket data, aplikasi pembelajaran yang kurang menarik, suasana rumah yang tidak kondusif dan teman siswa.<br><br><em>This qualitative study intends to assess the implementation of online learning, the student's learning interest, and the factors that promote and hinder learning interest of the X-IPS students during online learning in geography subjects at SMA Negeri 2 Palu. The research subjects were 25 students of X-IPS class and two Geography teachers in SMA Negeri 2 Palu. The research results indicated that there are differences in the implementation of online learning in X-IPS class of SMA Negeri 2 Palu. Google classroom, Whatsapp, and Youtube are the most commonly utilized online learning applications. Furthermore, most students regard Google Classroom as a medium for gathering assignments used throughout online learning implementation. Student learning outcomes are not directly proportionate to students' motivation in learning. The role of the teacher in providing inspiration, praise, and approaching students, as well as the role of parents in reminding students to study and finish assignments and providing wifi to assist the process of integrating online learning, are factors that support student interest in learning. Limited study facilities, a lack of content explanation from the teacher, inadequate network connectivity and the unavailability of data packages, unappealing learning programs, an uncomfortable home environment, and student acquaintances are all factors that restrict student motivation in learning.</em></p> 2022-07-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Gawalise https://jurnal.fkip.untad.ac.id/index.php/gt/article/view/2219 Kesiapsiagaan Penduduk Terhadap Bencana Gelombang Pasang Di Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala 2022-07-10T15:39:57+00:00 Haerunas Haerunas haerunnas.lauda@gmail.com Lilik Prihadi Utomo Lilik46@gmail.com <p>Penelitian bertujuan untuk menginventarisasi pengalaman masyarakat Desa Lambasada terhadap bencana gelombang pasang serta mengukur pengetahuan masyarakat Desa Lambasada tentang mitigasi bencana, dan mengukur kesiapsiagaan masyarakat Desa Lambasada terhadap bencana gelombang pasang. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Populasi pada penelitian ini yaitu masyarakat Desa Lembasada yang berjumlah 335 KK, dengan sampel sebanyak 34 KK. Hasil penelitian dapat dilihat dari jawaban penduduk pada kuisioner yang disebar oleh peneliti. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gelombang pasang aspek pengetahuan tentang bencana dikategorikan siap yakni 68%, rencana tanggap darurat dikategorikan hampir siap yakni 62%, aspek peringatan bencana dikategorikan hampir siap yakni 56%, dan aspek&nbsp; mobilisasi sumber daya dikategorikan kurang siap yakni 42%. Berdasarkan hasil penelitian penduduk Desa Lembasada sering terjadi bencana gelombang pasang ditahun 2014 sampai tahun 2017 terakhir. Kejadian gelombang pasang yang cukup parah pada penghujung tahun 2017 sehingga mengakibatkan kerusakan lahan dan bangunan, serta kehilangan harta benda.</p> <p><em>The research aims to inventory the experience of the people of Lambasada Village against tidal wave disasters and measure the knowledge of the people of Lambasada Village about disaster mitigation, and measure the preparedness of the people of Lambasada Village against tidal wave disasters. This type of research is survey research. The population in this study is the community of Lembasada Village, amounting to 335 families, with a sample of 34 families. The results of the study can be seen from the residents' answers to the questionnaire distributed by the researchers. Based on the results of the study, it was shown that preparedness in dealing with tidal wave disasters was categorized as ready, namely 68%, emergency response plans were categorized as almost ready, namely 62%, disaster warning aspects were categorized as almost ready, namely 56%, and aspects of resource mobilization were categorized as less ready, namely 42%. Based on the results of research by the residents of Lembasada Village, tidal wave disasters often occur in 2014 to the last 2017. The occurrence of a tidal wave that was quite severe at the end of 2017 resulted in damage to land and buildings, as well as loss of property.</em></p> 2022-07-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Gawalise https://jurnal.fkip.untad.ac.id/index.php/gt/article/view/2220 Adaptasi Sosial Ekonomi Masyarakat Kelurahan Petobo Pasca Gempa, Tsunami, dan Liquifaksi 2022-07-10T15:45:45+00:00 Ni Ketut Windayani niketutwindayani08@gmail.com Ika Listiqowati ikalistiqowati@ymail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk 1) menjelaskan kondisi sosial ekonomi masyarakat Kelurahan Petobo pasca bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi, 2) menjelaskan adaptasi sosial ekonomi masyarakat Petobo pasca bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskritif. Subjek penelitian ini adalah masyaraat Kelurahan Petobo yang terdiri dari pemerintah daerah yang diwakili Kepala Lurah, Pengamat Sosial, dan 15 warga Huntara Petobo sebagai informan kunci. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, verifikasi data, dan penarikan data. Hasil penelitian menunjukkan: 1) kondisi sosial ekonomi pengungsi huntara unit 12 bencana alam likuifaksi Kelurahan Petobo pasca bencana alam tersebut para pengungsi mulai hidup dengan hemat dan memanfaatkan tabungan dan&nbsp; mulai mengandalkan batuan dari pemerintah (BLT) disebabkan beberapa mata pencaharian mereka mengalami kelumpuhan secara total. 2) adaptasi sosial yang dilakukan oleh warga pengungsi di Kelurahan Petobo diantaranya, interaksi yang semakin erat dan semakin sering dilakukan antar para pengungsi Huntara unit 12 di lokasi pengungsian Petobo. <br><br></p> <p><em>This study aims to 1) explain the socio-economic conditions of the Petobo Village community after the earthquake, tsunami and liquefaction disaster, 2) explain the socio-economic adaptation of the Petobo community after the earthquake, tsunami, and liquefaction disaster. The research method used in this study is a qualitative research method with a descriptive approach. The subject of this research is the Petobo Village community which consists of the local government represented by the Head of the Village Head, Social Observer, and 15 residents of Petobo Shelter as key informants. Methods of data collection using the method of observation, interviews, and documentation studies. Data analysis techniques are data reduction, data verification, and data retrieval. The results of the study showed: 1) the socio-economic conditions of the refugee shelters unit 12 natural disaster liquefaction Petobo Village after the natural disaster the refugees began to live frugally and utilize savings and began to rely on government support (BLT) due to some of their livelihoods being completely paralyzed. 2) social adaptation carried out by the refugees in Petobo Village, among others, closer and more frequent interactions between the refugees of the unit 12 shelter in the Petobo refugee camp. </em></p> 2022-07-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Gawalise https://jurnal.fkip.untad.ac.id/index.php/gt/article/view/2221 Kondisi Kehidupan Sosial Ekonomi Budidaya Udang Di Desa Sarjo Kecamatan Sarjo Kabupaten Pasangkayu 2022-07-10T15:55:47+00:00 Nurmania Nurmania nurmaniania251@gmail.com Amiruddin Amiruddin amiruddinsyawal@gmail.com <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil wilayah budidaya udang dan kehidupan sosial ekonomi pembudidaya udang di Desa Sarjo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu pembudidaya udang yang berjumlah enam orang dan dipilih teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi serta data yang dihasilkan dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Profil wilayah budidaya udang di Desa Sarjo menunjukan potensi yang sangat besar sebagai sumber pendapatan desa seperti, pemanfaatan kawasan pesisir untuk lahan budidaya udang mengalami peningkatan, dukungan kondisi lingkungan sangat baik, kontribusi 20 persen setiap PT wajib dikeluarkan dalam satu kali periode produksi untuk pemerintah desa, dan&nbsp; tingkat pendapatan pembudidaya relatif cukup dalam mendukung pemenuhan kebutuhan hidup keluarga. (2) Kehidupan sosial ekonomi pembudidaya udang di Desa Sarjo secara keseluruhan telah berpendidikan SLTA, dengan penguasaan lahan hak pakai, memiliki jenis rumah tinggal semi permanen, dengan tingkat pendapatan berkisar antara Rp 1.200.000 sampai Rp 1.850.000 sehingga relatif memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Para pembudidaya memiliki hubungan yang baik dengan pembudidaya lainnya dalam hal menjaga interaksi sosialnya.</p> <p><em>This research aims at describing the profile of the shrimp cultivation area and the socio-economic life of shrimp farmers in Sarjo Village. This is qualitative research using a descriptive approach. The research subjects were six shrimp cultivators. The samples were selected through the purposive sampling technique. The data were collected through observation, interviews, and documentation. The data obtained were analyzed using data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that: (1) the profile of the shrimp farming area in Sarjo Village shows a very large potential as a source of village income such as the use of coastal areas for shrimp farming has increased, support for environmental conditions is very good, a contribution of 20 percent of each PT must be issued in one production period for the village government, and the cultivator’s income level is relatively sufficient to support family life needs. (2) The socio-economic life of shrimp farmers in Sarjo Village as a whole has high school education, tenure of land use rights, has semi-permanent housing types, with income levels ranging from 1,200,000 rupiahs to 1,850,000 rupiahs so that it is relative meets family needs. The cultivators have good relationships with other cultivators in terms of maintaining their social interactions.&nbsp;&nbsp; </em></p> <p>&nbsp;</p> 2022-07-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Gawalise https://jurnal.fkip.untad.ac.id/index.php/gt/article/view/2222 Dampak Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Kondisi Sosial Dan Ekonomi Penduduk Di Desa Era Kecamatan Mori Utara Kabupaten Morowali Utara Tahun 2006 Dan 2018 2022-07-10T16:01:55+00:00 Daniel H Tunggai adanieltigabelas@gmail.com Aziz Budianta aziz.aboed70@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi dan pemetaan perubahan penggunaan lahan di Desa Era Kecamatan Mori Utara Kabupaten Morowali Utara dan mengukur pengaruh perubahan penggunaan lahan di Desa Era Kecamatan Mori Utara Kabupaten Morowali Utara terhadap kondisi sosial dan ekonomi penduduk. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 50 KK dengan sampel 19 KK. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis sistem informasi geografi dan analisis deskrptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) penggunaan lahan di desa Era Kecamatan Mori Utara Kabupaten Morowali Utara mengalami perubahan. Selama kurun waktu dua belas tahun (2006-2018) jumlah perubahan penggunaan lahan di Desa Era telah mengalami perubahan sebesar 10,249 Hektar. (2) Kondisi ekonomi penduduk Desa Era, untuk jenis pekerjaan berdasarkan jawaban dari responden yang menyatakan sebagai petani berada pada presentase 100%.</p> <p><em>This study aims to identify and map land use changes in Era Village, North Mori District, North Morowali Regency and measure the effect of land use changes in Era Village, North Mori District, North Morowali Regency on the social and economic conditions of the population. The type of research used is descriptive qualitative research using survey methods. The population in this study amounted to 50 families with a sample of 19 families. Analysis of the data in this study is the analysis of geographic information systems and descriptive analysis. The results showed that (1) the land use in Era Village, North Mori District, North Morowali Regency underwent changes. During a period of twelve years (2006-2018) the number of changes in land use in Era Village has changed by 10,249 hectares. (2) The economic condition of the residents of Era Village, for the type of work based on the answers from respondents who stated that they were farmers, the percentage was 100%.</em></p> 2022-07-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Gawalise